Postingan

Menampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA

Tahapan dalam wawancara

Tahapan wawancara Tahap persiapan 1)      Menentukan tema wawancara 2)      Menentukan jenis wawancara 3)      Menentukan  narasumber sesuai tema 4)      Membuat jadwal (hari, waktu dan lokasi wawancara) dengan narasumber 5)      Mengumpulkan informasi awal dari luar lingkungan narasumber 6)      Membuat daftar pertanyaan Tahap inti 1)      memperkenalkan diri dan menggali profil atau riwayat hidup narasumber dapat dilakukan dalam bentuk basa-basi 2)      mulai mengajukan pertanyaan secara sistematis dengan keingintahuan yang tinggi 3)      mencatat dan merekam dengan terang seluruh balasan narasumber 4)      mengakhiri wawancara dengan kesan yang baik Tahap penutup 1)      Membu...

5W 1H dalam wawancara

a)       Who  (siapa) Merupakan pertanyaan yang akan mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terkait eksklusif atau tidak eksklusif dengan kejadian. Disni akan terliha, nama-nama yang terlasuk dalam lingkup gosip yang seadang dibicarakan. b)       What  (apa) Merupakan pertanyaan yang akan menjawab apa yang terjadi dan akan mendorong wartawan untuk mengumpulkan fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban dalam suatu kejadian. c)       Why  (mengapa) Akan menjawab latar belakang atau penyebab kejadian. Meski jarang, why mampu dipakai untuk membuka sebuah gosip atau menjadi lead berita. d)      Where  (dimana) Menyangkut kawasan kejadian. Tempat kejadian mampu tertulis detail atau hanya garis besarnya saja. Biasanya, jikalau gosip berasal dari kawasan terkenal, maka penulisannya tidak terlal...

Sarat Menulis Pantun

SYARAT - SYARAT PANTUN Pantun merupakan peninggalan masyarakat Melayu yang telah ada semenjak zaman dahulu kala. Orang - orang pada zaman dahulu menggunakan pantun untuk aneka macam tujuan, misalnya untuk menasehati, untuk mencurahkan kasih sayang, mengajarkan akal pekerti dan adab atau untuk hiburan semata. Adapun syarat-syarat membuat pantun sebagai berikut : a. Satu bait pantun terdiri dari 4 baris b. Baris ke-1 dan ke-2 ialah sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 ialah isi pantun c. Satu baris pantun terdiri dari 8 - 12 suku kata d. Pantun bersajak a-b-a-b Pantun memiliki ciri khas yaitu memiliki persamaan suara final yang disebut rima dan bersajak a-b-a-b, memiliki keindahan bahasa dan penuh makna serta penulisannya harus berbentuk bait. Karena menulis pantun harus mengikuti aturan maka pantun termasuk jenis prosa terikat. Perhatikan rima final pola pantun di bawah ini. Asam pauh dari seberang(a) .............. baris ke-1 Dimuat di dalam peti(b)...................

PERJANJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN INDONESIA

Berikut ini beberapa Perjanjian yang pernah dilakukan di Indonesia: 1.       Perjanjian Linggarjati, 25 Maret 1947, Berisi: a. Belanda mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia atas Sumatera, Jawa dan Madura. b. Republik Indonesia dan Belanda akan berhubungan membentuk negara Republik Indonesia Serikat atau RIS. 2.       Perjanjian Roem- Royen, 7 Mei 1949 Berisi: a. Pusat Pemerintah Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta. b. Indonesia dengan Belanda akan mengadakan perundingan lagi dalam Konferensi Meja Bundar atau disingkat KMB. 3.       Perjanjian Renville, 17 Januari 1948, Berisi: Republik Indonesia mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda pada aksi militer I menjadi milik Belanda. 4.       Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB), 23 Agustus 1949 Berisi: a. Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS). b. Kedudukan Irian Jaya (sekarang Pa...

MACAM-MACAM MAJAS dan Contohnya

Secara garis besar majas terdiri atas empat (4) macam majas yang tiap-tiap macamnya terdiri dari beberapa jenis majas turunan. A.      Majas Perbandingan   Pengertian Majas Perbandingan yaitu kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Jika diperhatikan dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas: 1) Asosiasi atau Perumpamaan Majas asosiasi atau perumpamaan yaitu perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Contoh : a) Semangatnya keras bagaikan baja. b) Mukanya pucat bagai mayat. c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama 2) Metafora Metafora yaitu majas yang mengungkapkan ungkapan secara pribadi berupa perbandingan analogis. Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang s...

MAJAS PERTENTANGAN

Sebelumnya sudah majas Perbandingan , sekarang majs pertentangan. Majas Pertentangan ialah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan bahwasanya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut. 1) Antitesis Antitesis ialah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya. Contoh: a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan pameran itu. b) Miskin kaya, indah buruk sama saja di mata Tuhan. 2) Paradoks Paradoks ialah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada. Contoh; a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini. 3) Hiperbola Majas hiperbola ialah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memperlihatkan kesan mendalam atau meminta ...

MAJAS SINDIRAN

sebelumnya sudah Majas Perbandingan dan majas Pertentangan,   Majas  Sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi: 1) Ironi Ironi ialah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir. Contoh: a) Ini gres siswa teladan, setiap hari pulang malam. b) Bagus sekali tulisanmu hingga tidak dapat dibaca. 2) Sinisme Sinisme ialah majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang cerdik sepertimu. b) Lama-lama saya mampu jadi ajaib melihat tingkah lakumu itu. 3) Sarkasme Sarkasme ialah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah. Contoh: a) Mau muntah saya melihat wajahmu, pergi kamu! b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!()

MAJAS PENEGASAN

sebelumnya 1. Majas Perbandingan 2. majas Pertentangan 3. majas Sindiran 4. Majas Penegasan Majas Penegasan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut. 1) Pleonasme Pleonasme yaitu majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata. Contoh: a) Semua siswa yang di atas biar segera turun ke bawah. b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. 2) Repetisi Repetisi yaitu majas perulangan kata-kata sebagai penegasan. Contoh: a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. b) Marilah kita sambut satria kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa. 3) Paralelisme Paralelisme yaitu majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi. Contoh: Cinta yaitu pengertian Cinta yaitu kesetiaan Cinta yaitu rela berkorban 4) ...

PENGERTIAN PANTUN DAN MACAM-MACAMNYA

A. PENGERTIAN PANTUN Pantun merupakan puisi melayu lama asli indonesia yang terdiri dari sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b. Kata “Pantun” berasal dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun, yang berarti mengatur atau menyusun. Pantun yaitu sebuah karya yang tidak hanya memiliki rima dan irama yang indah, namun juga mempunyai makna yang penting. Pantun awalnya merupakan karya sastra indonesia lama yang diungkapkan secara lisan, namun seiring berkembangnya zaman sekarang pantun mulai diungkapkan tertulis. B. CIRI –CIRI PANTUN Pantun Memiliki Bait, setiap bait pantun disusun oleh baris – baris. Satu bait terdiri dari 4  baris. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Setiap baris terdiri dari 4 – 6 kata.   Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun sampiran tidak bekerjasama eksklusif dengan isi, namun lebih baik apabila kata – kata pada sampiran merupak...

PENGERTIAN PUISI DAN CIRI-CIRINYA

A. PENGERTIAN PUISI Puisi yakni karya sastra hasil ungkapan anutan dan perasaan insan yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan. Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari – hari, Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan Kata – kata yang digunakan mengandung banyak pengertian. Luasnya pengetahuan pembaca sangat penting dikala membaca puisi, sebab untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. B. UNSUR – UNSUR PUISI Suatu puisi dibangun berdasarkan 2 unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 1. Unsur Intrinsik Puisi Secara umum, unsur Intrinsik Puisi dibagi menjadi 7, yaitu : a. Unsur Tema...